Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara mengatakan, berdasarkan komponennya, melambatnya pertumbuhan M2 bersumber dari lebih rendahnya pertumbuhan komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dari 17,3 persen secara tahunan pada bulan sebelumnya menjadi 14,1 persen pada Januari 2017.
“Serta komponen surat berharga selain saham yang menurun sebesar 8,5 persen secara tahunan pada Januari 2017 setelah bulan sebelumnya tumbuh sebesar 0,9 persen secara tahunan,” jelasnya dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (1/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Posisi simpanan Pemerintah Pusat pada akhir Januari 2017 tercatat sebesar Rp290,1 triliun atau tumbuh 32,8 persen secara tahunan, setelah pada bulan sebelumnya mengalami penurunan sebesar 0,5 persen secara tahunan,” ungkapnya.
Di sisi lain, departemen suku bunga simpanan berjangka dengan tenor tiga bulan tercatat meningkat dari sebesar 6,69 persen pada Desember 2016 menjadi sebesar 6,75 persen, pada bulan laporan. Suku bunga simpanan berjangka dengan tenor satu bulan tidak mengalami perubahan dibanding bulan sebelumnya yakni sebesar 6,46 persen. (gir)