Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) menyebut total kebutuhan impor LPG 2017 naik 5 persen menjadi 70 persen dari tahun sebelumnya 65 persen. Secara jumlah, kebutuhan impor tahun ini ditaksir mencapai 5 juta ton.
Menurut Arcandra, hal tersebut merupakan keputusan yang dibawa oleh pemerintah setelah dirinya dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution melakukan kunjungan ke Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Arcandra juga telah mengemukakan kepada beberapa pihak yang berwenang di Iran terkait keinginan Indonesia yang ingin mengelola dua lapangan minyak dan gas (migas) milik Iran.
Namun, Arcandra belum dapat memastikan apakah semua produksi minyak di dua lapangan tersebut bisa dibawa dibawa ke Indonesia secara keseluruhan.
Hanya yang pasti, ia berharap lapangan tersebut dapat segera beroperasi dan dikelola oleh Pertamina. Menurutnya, dua lapangan tersebut mampu memproduksi minyak sekitar 300 ribu barel per hari (bph). (gir)