Kinerja kredit minus tersebut akibat penyaluran kredit ke segmen mikro melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) yang sengaja di rem sepanjang tahun lalu.
Meskipun mencatatkan kinerja kredit yang buruk, Danamon masih mampu memperoleh laba bersih Rp2,6 triliun tahun lalu. Realisasi ini naik 12 persen dari posisi 2015 yang sebesar Rp2,3 triliun. Laba tersebut diperoleh dari pertumbuhan pendapatan non bunga, penekanan pada biaya operasional serta penurunan biaya kredit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang tahun lalu manajemen Danamon memang tengah membenahi strategi untuk memulihkan bisnis mikro DSP yang memiliki rasio kredit macet hingga 10 persen tahun lalu.
Chief Financial Officer Danamon Vera Eve Lim menjelaskan, tahun lalu kredit segmen mikro melalui DSP turun 30 persen menjadi Rp10,2 triliun. Penurunan ini menurutnya disengaja karena adanya kompetisi dan permintaan yang menurun serta perubahan fokus perseroan ke lini bisnis baru.
Tahun lalu, rasio kredit bermasalah (NPL) Danamon juga naik 10 basis poin (bps) dari 3.0 persen di 2015 menjadi 3,1 persen di 2016.
"Hal ini karena pembagi rasio NPL yakni pertumbuhan kredit juga menurun sehingga rasio NPL juga bertambah. Untuk tahun 2017 tentu kami menargetkan NPL lebih baik lagi di bawah 3 persen, ya ini harus ditopang oleh pertumbuhan kredit," ujar Vera.
Ditopang Anak Usaha
Hasil laba Danamon bisa dibilang tidak terlepas dari hasil usaha para anak usahanya yakni PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Insurance) dan PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance).
Vera mengatakan, kedua anak usahanya itu masih mampu berkontribusi pada laba sang induk. Tercatat laba sebelum pajak Adira Finance tahun lalu sebesar Rp1,7 triliun dan berkontribusi hingga 38 persen terhadap laba perseroan.
Demikian halnya dengan laba Adira Insurance yang mencapai sekitar Rp400 miliar dan berkontribusi hingga 15 persen terhadap laba sang induk.
"Adira Insurance dan Adira Finance mencatat pertumbuhan kinerja yang bagus. Tentunya kami ingin meningkatkan kontribusi anak usaha ke induk perusahaan," ujar Vera.