Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang menjelaskan, mayoritas harga komoditas bergerak positif pada perdagangan kemarin. Bebeberapa komoditas tersebut di antaranya, nikel yang naik 0,46 persen, timah naik 1,56 persen, dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) yang tumbuh 2,2 persen.
Selain harga komoditas, penguatan bursa saham Wall Street tadi malam juga bakal menopang laju IHSG hari ini. Tercatat, indeks Dow Jones menguat 1,46 persen, S&P500 naik 1,37 persen, dan Nasdaq menanjak 1,35 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pidato Trump yang akan mendorong ekonomi AS dengan memotong pajak secara masif dan menyediakan dana pembangunan infrastruktur US$1 triliun menjadi katalis utama penguatan," papar Edwin dalam risetnya, dikutip Kamis (2/3).
Ia memprediksi, IHSG berada dalam rentang support 5.316 dan resisten 5.402. Sementara, nilai tukar rupiah diprediksi bergerak dalam rentang Rp13.255 hingga Rp13.445.
William optimistis Indonesia masih menjadi incaran dalam melakukan investasi, khususnya di pasar modal. Sehingga, kestabilan ekonomi perlu dijaga agar asing tidak menarik dananya keluar dari Indonesia.
"Hal lain yang perlu diperhatikan diantaranya adalah iklim investasi dengan pencatatan kinerja pertumbuhan investasi dari perusahaan perusahaan tercatat yang baik, demikian juga dengan terjaga nya likuiditas dari perusahaan tercatat tersebut," papar William dalam risetnya. (gir)