Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan, kesepakatan proyek bernilai US$6 miliar tersebut dilakukan usai penyambutan Raja Salman di Istana Bogor, Rabu (1/3). "Presiden Joko Widodo menyambut baik ditandatanganinya RDMP Cilacap Pertamina - Saudi Aramco," ujarnya, seperti dilansir Antara.
Kesepakatan ini sempat menggantung beberapa waktu. Bahkan, Saudi Aramco sempat menyatakan untuk mengurangi porsi keikutsertaannya menggarap proyek RDMP Kilang Cilacap dari sebesar 45 persen menjadi hanya 35 persen dikarenakan persoalan pendanaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain proyek tersebut, sambung Retno, dalam kesepakatan juga dibahas mengenai beberapa proyek yang ditawarkan Indonesia. Antara lain, proyek RDMP di Dumai, Balongan, dan Bontang.
Untuk menindaklanjuti pertemuan antara kedua pemimpin, nantinya para menteri dari negara masing-masing akan membahas dan menindaklanjuti seluruh kesepakatan.
Nota kesepahaman lain yang ditandatangani dalam pertemuan Presiden Jokowi dan Raja Salman, yakni terkait The Saudi Fund Contribution to The Financing of Development Project senilai US$1 miliar. (bir)