Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata mengatakan, pada Januari 2017, perseroan mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp1,0 triliun. Realisasi perolehan kontrak baru di bulan Januari 2017 yang terbesar adalah Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Paket 1A (Rp299,7 miliar).
Selain itu, terdapat proyek Transmart Bekasi (Rp192,9 miliar), Apartemen Bintaro Pavillion (Rp135,4 miliar), Pembangunan Intake PDAM Bandarmasih Banjarmasin (Rp120,5 miliar), dan Proyek SPAM Kartamantul Jogjakarta (Rp78,6 miliar).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari APBN/APBD tercatat 23,6 persen, BUMN sebesar 43,2 persen, sementara swasta/lainnya sebanyak 33,2 persen.
Uang tersebut diperlukan untuk menutup pendanaan awal proyek pembangunan kereta api jenis Light Rapid Transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) yang diperkirakan menghabiskan Rp7 triliun di tahun ini.
"Adhi Karya sudah siap dengan urusan pendanaan itu (dari Rp7 triliun yang dibutuhkan). Dari obligasi dan perbankan," ucap Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto belum lama ini.
Secara rinci, dari kebutuhan pendanaan awal sebanyak Rp7 triliun tersebut, Adhi Karya telah memberikan sebanyak Rp2 triliun yang berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp1,4 triliun dan Rp600 miliar kas perusahaan.