Direktur Utama PTDI Budi Santoso menjelaskan, untuk persiapannya sendiri perusahaan hanya perlu melakukan uji coba ulang terhadap semua sistem yang terdapat pada pesawat tersebut. Serta yang tidak kalah penting, menunggu pilot yang akan menerbangkannya.
"Tergantung pilot, kalau pilotnya siap terbang ya kita terbang. Sekarang ini tinggal mengetes semua sistemnya, struktur sudah, sistem dites lagi," tutur Budi, Kamis (2/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diharapkan, dengan uji coba penerbangan yang dilakukan pada Mei tersebut, sertifikasi pesawat N219 dapat diraih pada akhir tahun ini.
Sementara, untuk peminatnya sendiri, Budi mencatat minat pembelian terhadap pesawat tersebut cukup baik, yakni sekitar 200 unit pesawat.
"200 pesawat, tapi belum ada yang tanda tangan kontrak," imbuh dia.
Nilai investasi yang digelontorkan untuk pengembangan pesawat tersebut sekitar US$190 juta. Namun, perusahaan belum memetakan pembiayaan tersebut.
"Kalau pinjaman pun masih memungkinkan, kami juga ajak beberapa negara lain kalau mau ikut," terang Budi.
Tak hanya itu, PTDI juga membuka peluang bagi perusahaan lain yang ingin melakukan joint venture (JV). Menurutnya, dengan melakukan JV, maka teknologi yang dapat digunakan untuk memproduksi pesawat semakin beragam. (gen)