Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Anton Gunawan menilai, RBS angkat kaki dari dunia bisnis perbankan Indonesia bukan tanpa sebab. Menurutnya, cabutnya RBS lebih disebabkan bisnis yang dijalankan RBS di Indonesia tidak terlalu berhasil dibandingkan dengan beberapa KCBA lain yang saat ini masih bertahan.
"Kesan saya secara global, RBS melihat fokus mereka di Indonesia untuk bidang tersebut tidak terlalu bagus. Jadi, mereka lebih memilih fokus ke yang lain. Tidak hanya di Indonesia, tetapi di beberapa negara lain mereka juga tutup," ujarnya, Senin (6/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasti ada switch (peralihan). Tidak mungkin hilang begitu saja, pas dia tutup pasti akan ada limpahan bisnis ke bank asing lainnya," imbuh dia.
Sejak 2010 lalu, kepemilikan saham mayoritas RBS N.V. dikuasai oleh The Royal Bank of Scotland Plc. Kemudian, selang satu tahun berikutnya, ABN AMRO Bank N.V KC Indonesia berubah nama menjadi The Royal Bank of Scotland N.V.
Selain RBS, saat ini tersisa delapan KCBA yang masih beroperasi di Indonesia. Yakni, Bank of America, N.A, Bangkok Bank Pcl, Citibank N.A, Bank of China Limited, Deutsche Bank Ag, JP. Morgan Chase Bank, N.A, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd, serta Standard Chartered Bank Indonesia.
Sementara, The Hong Kong & Shanghai B.C (HCBC) Indonesia saat ini dalam proses peralihan menjadi Persroan Terbatas (PT) setelah mengakuisisi PT Bank Ekonomi Raharja Tbk. (bir/gen)