"Selama ini banyak investasi yang terjadi dari negara kaya kepada negara berkembang. Namun, dengan semakin berkembangnya sektor jasa dan finansial negara berkembang dan miskin, maka akan mendorong investasi antara negara berkembang," ujar Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, Senin (6/3).
Berdasarkan catatan BKPM, investasi dari negara-negara IORA banyak berasal dari sektor tersier. Lima negara penyumbang utama realisasi investasi yang masuk dari IORA, yakni Singapura, Malaysia, Mauritius, Australia, dan Thailand.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap, negara-negara anggota IORA lain dapat semakin meningkatkan investasi antara negara-negara anggota, sehingga dapat mempererat kerja sama selatan-selatan tersebut," katanya.
Akhir tahun lalu, nilainya kembali meningkat menjadi US$11,6 miliar. "Ke depan, kami berharap, kontribusi investasi dari negara-negara IORA dapat terus meningkat," ucap Thomas.
Tom menyampaikan IORA menjadi istimewa karena keikutsertaan negara berkembang yang begitu besar. Ada 21 negara yang menjadi anggota IORA di antaranya, Australia, Bangladesh, Comoros, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambique, Oman, Seychelles, Singapura, Somalia, Afrika Selatan, Srilanka, Tanzania, Thailand, Uni Emirat Arab dan Yaman.
Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi IORA yang diselenggarakan pada tanggal 5-7 Maret 2017 di Jakarta Convention Center, di mana Indonesia menjadi Ketua Umum dari IORA untuk periode tahun 2015-2017. (bir)