Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan belanja modal untuk pemeliharaan rutin dan pengeluaran rutin lainnya pada 2016 turun 18 persen menjadi US$80 juta.
Ia merinci, total belanja modal, termasuk pengeluaran modal yang tidak berulang, mencapai US$146 juta, termasuk pembelian alat berat sebesar US$66 juta yang dilakukan untuk bisnis perusahaan sebagai kontraktor pertambangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, Adaro mempertahankan arus kas bebas yang positif sebesar US$479 juta yang ditunjang oleh laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) operasional yang solid dan pembelanjaan modal yang hati-hati.
Adaro membayar pokok pinjaman bank sebesar US$144 juta, membagikan dividen tunai sebesar US$75 juta kepada para pemegang saham untuk tahun 2015, dan mendapatkan suntikan modal sebesar US$164 juta dari pemegang saham minoritas.
Sementara, arus kas dari aktivitas operasi meningkat 32 persen menjadi US$676 juta sebagai hasil kegiatan operasi yang efisien. Adaro membukukan arus kas bersih yang digunakan pada aktivitas investasi sebesar US$228 juta, terutama untuk akuisisi deposit batubara kokas dan pembelian aset tetap.
Utang dan Kewajiban
Total liabilitas atau kewajiban Adaro naik 5 persen menjadi US$2,736 miliar dengan adanya kenaikan kewajiban lancar dan penurunan kewajiban non lancar. Kewajiban lancar naik 42 persen menjadi US$645 juta.
Kewajiban non lancar turun 3 persen menjadi US$2,092 miliar terutama karena penurunan pinjaman bank jangka panjang karena perusahaan melakukan pembayaran pinjaman secara berkala untuk mengurangi kadar utang dan memperkuat struktur permodalan.
Adapun total aset naik 9 persen menjadi US$6,522 miliar. Aset lancar naik 46 persen menjadi US$1,593 miliar, terutama karena saldo kas dan piutang yang lebih tinggi. Aset non lancar naik 1 persen menjadi US$4,93 miliar. (gir)