Wakil Direktur MTF Albertus Henditrianto mengakui, memang manajemen mendapatkan anjuran untuk memantau prospek pasar di Papua sebelum ekspansi. "Namun, kami akan tetap buka, bukan karena ada Freeport, tetapi karena kami ingin membangun Indonesia Timur sesuai arahan pemerintah," ujarnya, Rabu (8/3).
Selain itu, Direktur Utama MTF Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan, manajemen juga mempertimbangkan persaingan pasar yang semakin sengit di Pulau Jawa. Alasan lain, yakni memanfaatkan kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM) di Papua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, MTF juga bermaksud mengoptimalkan pembiayaan kepada nasabah Bank Mandiri di Papua. Tak tanggung-tanggung, perseroan mengincar membiayai 200-300 unit mobil per bulan di dua kantor barunya di Sorong dan Jayapura.
Tahun ini, MTF mengincar menyalurkan pembiayaan hingga Rp20 triliun atau tumbuh sekitar 7,35 persen ketimbang pencapaian tahun lalu yang sebesar Rp18,63 triliun. Target itu melambat dibandingkan dengan pencapaian pembiayaan tahun lalu yang tercatat tumbuh 8,6 persen ketimbang pembiayaan 2015 silam. (bir/gen)