Direktur Keuangan MTF Arya Suprihadi mengatakan, tahun ini perseroan menargetkan pendanaan senilai Rp20 triliun. Dengan porsi 60 persen atau Rp12 triliun berasal dari pendanaan bersama (join financing) dengan sang induk usaha PT Bank Mandiri Tbk. Sementara sisanya, Rp8 triliun akan diperoleh dari pinjaman bank lain dan penerbitan obligasi.
MTF sendiri memiliki jatah untuk melakukan Penerbitan Umum Berkelanjutan (PUB) obligasi hingga Rp3 triliun. Namun, tahun lalu perseroan telah menerbitkan obligasi hingga Rp500 miliar, sehingga MTF masih memiliki jatah untuk PUB lagi hingga Rp2,5 triliun. Ia berharap kupon obligasi yang diterbitkan nanti bisa berada di bawah level 9 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, MTF juga akan menjajaki pinjaman luar negeri dalam bentuk rupiah. Namun upaya tersebut juga harus menunggu kondisi pasar cross currency swap yang dipengaruhi sentimen The Fed.
"Jadi belum ada target spesifik yah, jadi bisa saja kita masih menggunakan pinjaman dalam negeri karena rasanya dari dalam negeri masih cukup, dari perbankan yang biasa memberi pinjaman kita juga masih cukup memadai," jelasnya.
Di samping itu, opsi untuk mendapatkan pendanaan dari pasar modal melalui penawaran saham perdana (IPO) juga masih menjadi pertimbangan perusahaan. Selain menunggu restu dari sang induk usaha, MTF juga masih melakukan kajian di kondisi pasar sampai waktu yang memungkinkan.
"Mengenai IPO semua opsi kita jajaki untuk pembiayaan dan tergantung kondisi market. IPO kajiannya masih dilakukan, tapi apakah tahun ini atau tahun depan tergantung pasar," pungkasnya. (gen)