Dari tahap wawancara yang berdurasi sekitar satu jam tersebut, Firmanzah mengaku, optimistis bisa melaju ke tahap selanjutnya dan menduduki kursi pejabat DK OJK pada periode 2017-2022. "Alhamdulilah, semua bisa dijawab," ujarnya, Kamis (9/3).
Firmanzah mengungkapkan, pada tahap wawancara tersebut Panitia Seleksi (pansel) menguji terkait makalah yang dibuat tiap-tiap calon. Selain itu, Pansel juga bertanya soal pengalaman dan pandangan tiap calon terhadap industri keuangan dan terkait OJK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Firmanzah sendiri mengincar posisi kepala bidang edukasi dan perlindungan konsumen sebagai pilihan pertamanya. Sementara, posisi kepala eksekutif pengawas perbankan dijadikan pilihan keduanya.
Dari segi pengalaman, Samsul mengklaim, ia bukan pemain baru di ranah pasar modal. Ia berharap, bisa menggantikan Nurhaida, yang saat ini menjabat posisi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK.
"Pertanyaannya ke sektor yang dipilih. Semoga apa yang saya jelaskan dapat dimengerti tim Pansel," terang dia, sembari menyebutkan bahwa suasana wawancara berjalan cair.
Sebagai opsi, Samsul mengincar jabatan kepala bidang edukasi dan perlindungan konsumen untuk pilihan keduanya.
Adapun, 27 calon DK OJK lainnya akan diwawancara oleh tim Pansel secara bertahap mulai hari ini hingga Sabtu (12/3) mendatang. Setelah tahap wawancara, pada 13 Maret 2017, tim Pansel akan menyerahkan 21 nama calon DK OJK kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). (bir)