IFM yang sejak awal 2016 diterapkan di sekitar wilayah konsesi pemasok APP ini berlandaskan 4 Pilar utama: Pencegahan, Persiapan, Deteksi Dini, dan Respon Cepat. Untuk pilar Pencegahan dan Persiapan, selain melalui pendekatan sosial kemasyarakatan, juga ditunjang dengan teknologi paling mutakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamera termal melakukan putaran (rotasi) 360 derajat, dengan jeda tiap beberapa saat melakukan gerakan vertikal (naik-turun). Untuk melakukan satu putaran penuh, kamera termal membutuhkan waktu lebih kurang 5 menit.
"Informasi yang didapat selanjutnya dikirim ke situation room milik APP Sinar Mas dan diteruskan ke petugas di lapangan," ungkap Manajer Fire Management APP Sinar Mas, Sujica Lusaka.
Sujica menambahkan, keistimewaan menara termal adalah cara kerjanya yang seluruhnya otomatis, hasilnya real time, dan beroperasi selama 24 jam penuh dalam kondisi cuaca apapun. Ini berbeda dibanding teknologi kamera CCTV biasa yang pengoperasiannya terkendala gelapnya malam, atau kabut asap.
Nilai investasi yang dikeluarkan untuk membangun satu unit menara termal sendiri sebesar Rp1,3 miliar. Sedangkan saat ini menara termal telah didirikan di empat titik, masing-masing dua unit di region Riau, dan dua unit di region Sumatera Selatan.
Menara termal merupakan terobosan teknologi yang diharapkan dapat mengoptimalkan upaya pencegahan kebakaran. Api yang lebih cepat dideteksi, sebelum menjalar dengan skala luas tentunya lebih mudah untuk dipadamkan.
“Kami terus menerus berupaya dan berinovasi dalam usaha pencegahan karhutla di seluruh area operasi kami. Kami berharap, sistem IFM yang kami terapkan dapat berkontribusi secara positif dalam memitigasi risiko karhutla di Indonesia,” pungkas Sujica.