Menurut Kepala Riset Buana Capital Suria Dharma, rencana The Fed yang akan menaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) memiliki peluang hampir 100 persen, didukung oleh data ekonomi AS seperti data ketenagakerjaan.
"Rencana kenaikan suku bunga kan hampir 96 persen, jadi pelaku pasar mengantisipasi dan berhati-hati melakukan transaksi," kata Suria kepada CNNIndonesia.com, dikutip Senin (13/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hampir pasti saya pikir kalau kenaikan diikuti negara-negara lain. Kalau Indonesia belum tentu ikut naik, bisa saja mempertahankan," terang Suria.
Di sisi lain, analis Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo memprediksi IHSG dapat menguat secara terbatas jelang rapat FOMC. Pelaku pasar cenderung memanfaatkan momentum tersebut sebagai bentuk spekulasi.
"Mereka manfaatkan momentum transaksi sebelum rapat. Jadi kan sebelum rapat pada khawatir, nah kekhawatiran itu dorong likuiditas," ucap Lucky.
"Jika Indonesia ikut-ikutan naik, maka indeks akan koreksi, karena suku bunga saat ini sudah tinggi," jelas dia.
Ia memprediksi, IHSG cenderung menguat dan berada dalam rentang level support 5.380 dan resisten 5.425.