"Saya sangat puas dengan prosesnya. Selama proses seleksi, tidak ada satupun dari kami yang mendapatkan intervensi atau tekanan dalam kami membuat assesment," tutur Sri Mulyani selaku Ketua Pansel dalam konferensi pers di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Senin (13/3).
Selain itu, setiap anggota Panitia Seleksi (Pansel) juga berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan seleksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri Mulyani berharap, anggota DK OJK periode 2017-2022 mampu membawa sektor jasa keuangan untuk menunjang pembangunan dan menjalankan fungsi intermediari yang efisien.
"Perlu kombinasi antara kompetensi, leadership, intergritas, maupun pemahaman mereka (anggota DK OJK)," ujarnya.
Berbeda dengan seleksi periode sebelumnya di mana OJK baru berdiri, Pansel saat ini memiliki kinerja pembanding dari kinerja OJK yang saat ini tengah berjalan. Karenanya, selama proses seleksi, Pansel menerima lebih banyak masukan dan informasi dari berbagai pihak yang berkepentingan. Dari sisi tahapan seleksi pun juga lebih mendetail dan mendalam.
Agus berharap, ke depan, selain sebagai regulator, OJK juga bisa memegang peranan sebagai pengawas yang terintegrasi di bidang moneter, perdagangan, investasi, dan pembayaran.
Agus mengingatkan,Indonesia membayar mahal kondisi krisis ekonomi 1997-1998 yang berdampak pada krisis sosial dan krisis politik. Tercatat, total dana yang diperlukan untuk menyehatkan perekonomian Indonesia kala itu mencapai lebih dari Rp300 triliun, di mana sebagaiannya berasal dari surat utang.