Pertemuan praktisi keuangan dunia terbesar di dunia tersebut diperkirakan akan dihadiri oleh 15 ribu orang, baik pejabat pemerintahan maupun pimpinan perusahaan di dunia. Ini juga merupakan pertama kalinya Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan tahunan IMF.
Kepala Satuan Tugas IMF Annual Meetings 2018 Peter Jacobs mengungkapkan, Indonesia terpilih dalam lelang pelaksanaan pertemuan tahunan IMF pada 2015 lalu mengalahkan Mesir dan Senegal. Di Asia Tenggara, cuma tersisa Indonesia dan Malaysia yang belum pernah menjadi tuan rumah pertemuan tahunan IMF.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Annual Meeting IMF dilakukan setiap tahun di Washington, Amerika Serikat, di kantor pusat IMF. Tetapi, setiap tahun ketiga, negara-negara anggota terpilih menjadi tuan rumah pelaksanaan di luar Washington. Ini suatu kehormatan buat Indonesia, karena dihadiri oleh sekitar 3 ribu-4 ribu delegasi resmi dari 189 negara," ujar Peter, Selasa (14/3).
"Perhelatan ini penting karena Indonesia akan menjadi sorotan pejabat negara dan para CEO (Chief Executive Officer). Semua mata akan tertuju kepada kita Indonesia. Makanya, kami juga menyiapkan program Voyage to Indonesia meliputi showcasing Indonesia economy, development, dan diversity," terang dia.
Beberapa topik yang akan diangkat dalam pertemuan tersebut, antara lain peringatan 20 tahun krisis di Asia Tenggara yang tepat jatuh pada tahun depan, termasuk memperkuat peran perempuan (women empowerment).