Angka ini terbilang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan emiten entitas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya yang rata-rata hanya memberikan dividen 30 persen dari raihan laba bersih tahun berjalan mereka.
Ratna Ningrum, Sekretaris Perusahaan menjelaskan, perusahaan akan membagikan dividen sebesar Rp317,4 miliar. Sepanjang tahun lalu, perusahaan telah meraih laba bersih tahun berjalan sebesar Rp634,81 miliar. Capaian itu naik hampir 90 persen dari posisi tahun 2015 Rp334,37 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, perusahaan juga bakal menggunakan sisa dana penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) untuk keperluan ekspansi perusahaan tahun ini dan modal kerja.
Asal tahu saja, ini pertama kalinya bagi perusahaan membagikan dividen setelah menjadi perusahaan publik, di mana Waskita Beton Precast melaksanakan IPO pada tahun lalu.
Anak usaha PT Waskita Karya Tbk (WSKT) ini juga sekaligus menjadi satu-satunya anak usaha BUMN yang melakukan IPO tahun lalu, dengan total raihan dana IPO paling tinggi yakni, Rp5,16 triliun.
"Yang menjadi salah satu katalisator permintaan beton precast," imbuh Ratna.
Untuk diketahui, kapasitas produksi beton precast perusahaan hingga akhir tahun lalu sebesar 2,65 juta per tahun. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan 47,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Pada tahun 2017, perusahaan menargetkan kenaikan kapasitas produksi menjadi sebesar 3,25 juta ton per tahun," tutupnya.