Kendati demikian, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kemeterian BUMN Edwin Hidayat Abdullah enggan mengatakan bahwa RUPS besok juga sekalian menetapkan Direktur Utama baru. Penetapan posisi nomor satu di BUMN minyak itu akan ditetapkan sesuai keputusan Menteri BUMN.
"Kan nanti keputusan RUPS ditandatangani Menteri BUMN. Kami baru mau meeting. Diputuskan atau tidak, kami lihat nanti," jelas Edwin, Rabu (15/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan Pak Budi. Itu nanti terserah Bu Menteri BUMN. Namun setelah menjadi Direktur Utama, sosok itu harus bisa konsolidasi karena kan selama beberapa waktu Pertamina tidak ada Dirut," ungkapnya.
Sebelumnya, RUPS yang dilaksanakan pada Jumat tanggal 3 Feberuari 2017 memutuskan bahwa Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama Pertamina diberhentikan dari jabatannya. Masalah komunikasi dan krisis kepemimpinan di Pertamina dianggap melandasi keputusan tersebut.
Elia Massa Manik
Sementara, sumber CNNIndonesia.com di lingkungan Istana Kepresidenan menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah merestui Elia Massa Manik sebagai bos perusahaan pelat merah sektor energi.
"Saya dengarnya begitu. Pak Presiden telah menunjuk Elia Massa Manik sebagai Direktur Utama Pertamina," ujar sumber tersebut.
Elia Massa merupakan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III yang menjabat sebagai bos holding BUMN perkebunan tersebut sejak Mei 2016 lalu.
Ia sebelumnya juga pernah membantu bekas Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dalam membenahi PT Elnusa Tbk, anak usaha Pertamina di bidang pengeboran migas yang terpuruk usai dibobol oleh pegawainya sendiri.
Dalam waktu 2,5 tahun menjabat sebagai Direktur Utama Elnusa sejak Juni 2011 sampai Mei 2014, Elia Massa berhasil mengobati kas perusahaan yang minus Rp43 miliar menjadi untung Rp242 miliar pada Desember 2013. (gen)