Direktur Utama Wijaya Karya Bintang Perbowo mencatat, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ memberikan pinjaman sebesar Rp1 triliun, sekaligus bertindak sebagai mandated lead arranger dan bookrunner. Kemudian Bank of China, Maybank Indonesia dan SMI masing-masing mengucurkan kredit sebesar Rp900 miliar.
Sementara Bank Mizuho Indonesia dan ICBC Indonesia masing-masing memberikan kredit sebesar Rp375 miliar dan BNP Paribas Indonesia memberikan kredit sebesar Rp300 miliar. Terakhir Bank CTBC Indonesia memberikan kredit sebesar Rp250 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini menunjukkan kepercayaan dari industri dan lembaga keuangan internasional kepada WIKA dan memberikan peluang bagi WIKA untuk memperoleh pembiayaan yang lebih baik dan semakin memperkuat posisi keuangan WIKA." demikian tuntas Kosasih.
Untuk mendukung pembangunan infrastruktur ke depan yang membutuhkan pendanaan cukup besar, perusahaan berkode saham WIKA ini juga berencana untuk menerbitkan obligasi melalui penawaran umum berjangka sekitar Rp5 triliun - Rp10 triliun, untuk yang pertama kalinya sepanjang sejarah perseroan, dengan tenor 5 hingga 10 tahun. (gen)