Keputusan pengangkatan Elia ini diputuskan pada RUPS tertanggal 16 Maret 2017 dan melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor SK-52/MBU/02/2017.
Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi dan Jasa Lain Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan, pemilihan Elia dititikberatkan pada rekam jejaknya, di mana sikap kepemimpinannya dianggap cemerlang saat menjadi komando holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) (PTPN).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penunjukkan Elia Massa Manik lebih ditekankan pada seleksi Menteri BUMN dan beberapa hal lain soal leadership membangun perusahaan dan punya latar belakang sebagai Chief Executive Officer (CEO)," jelas Gatot di Kementerian BUMN, Kamis (16/3).
"Kerjasama tim masih perlu dilakukan pembenahan. Dengan kapasitas yang dimiliki beliau, kami yakin Pertamina bisa mengeksekusi programnya dengan baik," lanjutnya.
"Sampai sekarang belum ada rencana (perubahan direksi), malah kami mau bikin leadership retreat," jelasnya.
Elia yang lahir di Kabanjahe Kabupaten Karo, Sumatera Utara ini mengawali karir dari PT Indofood Sukses Makmur (INDF) sebelum kemudian bergabung dengan Suez Group hingga 2001. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Elnusa sejak Juli 2011 hingga 2014 sebelum berpindah ke PTPN III.