Dividen 35 persen tersebut ditetapkan sebagai dividen tunai yang dibagikan kepada para pemegang saham. Khusus dividen bagian pemerintah, BNI membagikan sekitar Rp2,38 triliun yang akan disetorkan ke rekening kas umum negara di Bank Indonesia.
"Sementara sebesar 65 persen dari laba atau Rp7,3 triliun akan digunakan sebagai saldo laba yang ditahan," ujar Wakil Direktur BNI Herry Sidharta dalam konferensi pers, Kamis (16/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama BNI Ahmad Baiquni mengatakan, meski membagikan dividen hingga 35 persen, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perseroan masih cukup kuat yakni di level 18,5 persen.
Baiquni mengatakan, pembagian dividen hingga 35 persen tersebut telah mempertimbangkan beberapa hal, salah satunya hasil kinerja BNI yang kinclong sepanjang tahun lalu.
"Ini semata-mata karena kinerja yang baik dan masih tingginya CAR dan equity BNI," ujarnya.