Direktur Keuangan Taspen Life Pask Suartha mengatakan, dari total Rp3,2 triliun, porsi investasi di deposito sebesar 30 persen atau sekitar Rp960 miliar. Porsi ini cenderung menyusut sekitar 6,34 persen dibandingkan porsi deposito di tahun lalu, namun masih menjadi andalan bagi Taspen Life.
"Deposito masih diperlukan untuk menjaga likuiditas. Jadi kalau ada permintaan bayar klaim, kami ada cadangan dari deposito. Kelebihannya, deposito itu bebas dari penalti sehingga bisa kami cairkan langsung," jelas Pask usai Rapat Usaha Pemegang Saham (RUPS) Taspen Life, Jumat (17/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk reksa dana, Taspen Life akan menggunakan reksa dana fix income dan reksa dana saham (equity). Namun, Pask belum merinci besaran masing-masing.
"Obligasi kami ambil yang jangka panjang sebagai pendongkrak klaim jangka panjang. Porsinya bisa sekitar 15 persen sampai 25 persen untuk tahun ini. Nanti kami lihat dulu," imbuh Pask.
Berdasarkan laporan keuangan Taspen Life di tahun lalu, perusahaan menempatkan porsi investasi di obligasi pemerintah sebesar 34 persen. Porsi tersebut diikuti penempatan di obligasi infrastruktur sebesar 4,5 persen sehingga total obligasi mencapai 38 persen. Artinya, ada penurunan untuk penempatan di obligasi pemerintah di tahun ini.
Direktur Utama Taspen Life Maryoso Sumaryono mengatakan, setidaknya perusahaan akan berusaha menempatkan investasi di obligasi pemerintah sesuai dengan Peraturan OJK (POJK) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Investasi SBN bagi Lembaga Jasa Keuangan Non Bank sebesar 20 persen.
Setelah depostio, reksa dana, dan obligasi, Taspen Life juga akan menanamkan investasi di saham. Bahkan, ada sinyal peningkatan investasi di saham dari semula sekitar 3 persen pada tahun lalu menjadi maksimum 10 persen di tahun ini. Hanya saja, perusahaan masih terus memantau pergerakan pasar modal.
Terakhir, perusahaan akan mengandalkan investasi pada investasi langsung melalui anak perusahaan, PT Taspen Abadi Sentosa (TAS) dengan porsi investasi langsung sekitar 2 sampai 3 persen. Bahkan tak hanya mengandalkan anak usaha untuk investasi langsung, Taspen Life juga berupaya menarik agen dari PT TAS.