Sembilan wilayah tersebut, yakni Pulau Batu Kabupaten Nias Selatan, Siberut Tengah di Kepulauan Mentawai, Kepulauan Karimun Jawa di Jepara, Pulau Raas di Sumenep, Tanjung Pengamus di Sumbawa, Waingapu di Sumba Timur, Wangi-wangi di Wakatobi, Moswaren di Sorong Selatan, dan Long Apari di Mahakam Hulu.
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan, Pertamina terus melakukan pemetaan di 148 kabupaten yang telah ditetapkan sebagai lokasi sasaran BBM satu harga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekadar informasi, sebelumnya harga BBM di wilayah tersebut di atas berkisar Rp8.000-Rp15.000/liter untuk jenis premium, sedangkan solar dibanderol sekitar Rp7.000-Rp18.000/liter.
Permen tersebut mengatur 148 kabupaten sebagai lokasi pendistribusian BBM satu harga secara bertahap dalam kurun waktu 2017-2020. Tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan SPBU mini di 22 lokasi yang tersebar di 14 provinsi.
Kapasitas tiap SPBU mini tersebut mampu menampung BBM sebesar 5 kiloliter per hari yang akan tersebar di Sumatra Barat, Kepulauan Natuna, Bengkulu, Kalimantan Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.
Selanjutnya pada 2018, Pertamina akan membangun lembaga penyalur daerah terpencil di 45 lokasi hingga terpenuhi pada 2020. Pertamina optimistis bisa merealisasikan BBM satu harga pada 2017 sesuai amanat Presiden.