Analis senior Binaartha Securities Reza Priyambada mengatakan, acap kali IHSG menyentuh rekor tertinggi terbarunya diiringi sentimen positif lainnya terkait kenaikan IHSG lanjutan, maka potensi pembalikan arah semakin meningkat.
"Akhirnya, IHSG pun terjungkal dari zona hijaunya seiring minimnya positif," ujarnya dalam riset, dikutip Selasa (21/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, Reza menilai, awan hitam masih akan menyelimuti pergerakan IHSG hari ini. Menurutnya, IHSG bakal bergerak dalam rentang support 5.480-5.507 dan resisten 5.563-5.593.
"Sebagian besar pelaku pasar masih terus menggunakan momen ini untuk ambil keuntungan, sehingga indeks akan anjlok," katanya.
Kepala riset MNC Securities Edwin sebayang menuturkan, sejumlah harga komoditas yang tertekan turut berimbas negatif pada pergerakan IHSG hari ini. Ia merinci, harga minyak dunia terkoreksi 1,27 persen, nikel turun 0,93 persen, dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) melemah 0,82 persen.
"Ini menjadikan IHSG bakal turun. Lalu, juga karena price earnings ratio (PER) IHSG jauh lebih mahal dibandingkan PER bursa Asia lainnya dan ancaman perlambatan ekonomi kuartal I 2017," papar Edwin dalam risetnya.
Hari ini, Edwin memprediksi laju IHSG berada dalam rentang support 5.487 dan resisten 5.556. Sementara, nilai tukar rupiah akan bergerak dalam rentang Rp13.205-Rp13.395.