Aksi Ambil Untung Berlanjut, IHSG Diprediksi Kurang Darah

Dinda Audriene , CNN Indonesia | Selasa, 21/03/2017 07:40 WIB
Aksi Ambil Untung Berlanjut, IHSG Diprediksi Kurang Darah Analis Senior Binaartha Securities Reza Priyambada menilai, potensi pembalikan arah IHSG semakin meningkat seiring pergerakan aksi jual pelaku pasar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari ini, Selasa (21/3), karena kebanyakan pelaku pasar diramalkan kembali melakukan aksi ambil untung (profit taking).

Analis senior Binaartha Securities Reza Priyambada mengatakan, acap kali IHSG menyentuh rekor tertinggi terbarunya diiringi sentimen positif lainnya terkait kenaikan IHSG lanjutan, maka potensi pembalikan arah semakin meningkat.

"Akhirnya, IHSG pun terjungkal dari zona hijaunya seiring minimnya positif," ujarnya dalam riset, dikutip Selasa (21/3).

Seperti diketahui, IHSG telah mencapai rekor terbarunya di level 5.540 pada perdagangan akhir pekan lalu atau setelah suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) resmi dinaikkan.

Namun, kenaikan tertinggi sepanjang sejarah itu membuat IHSG jatuh pada perdagangan kemarin karena aksi ambil untung yang dilakukan pelaku pasar. Meski demikian, pelemahannya masih terbilang tipis hanya 6,44 poin atau 0,11 persen ke level 5.533.

"Pelaku pasar sering terlena, di mana pergerakan IHSG rawan terjadi aksi jual seiring penguatan yang signifikan dalam beberapa hari sebelumnya," terang Reza.

Dengan demikian, Reza menilai, awan hitam masih akan menyelimuti pergerakan IHSG hari ini. Menurutnya, IHSG bakal bergerak dalam rentang support 5.480-5.507 dan resisten 5.563-5.593.

"Sebagian besar pelaku pasar masih terus menggunakan momen ini untuk ambil keuntungan, sehingga indeks akan anjlok," katanya.

Kepala riset MNC Securities Edwin sebayang menuturkan, sejumlah harga komoditas yang tertekan turut berimbas negatif pada pergerakan IHSG hari ini. Ia merinci, harga minyak dunia terkoreksi 1,27 persen, nikel turun 0,93 persen, dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) melemah 0,82 persen.

"Ini menjadikan IHSG bakal turun. Lalu, juga karena price earnings ratio (PER) IHSG jauh lebih mahal dibandingkan PER bursa Asia lainnya dan ancaman perlambatan ekonomi kuartal I 2017," papar Edwin dalam risetnya.

Hari ini, Edwin memprediksi laju IHSG berada dalam rentang support 5.487 dan resisten 5.556. Sementara, nilai tukar rupiah akan bergerak dalam rentang Rp13.205-Rp13.395.