Hal ini membuat pelaku pasar ragu akan dampak kebijakan pemangkasan produksi negara-negara pengekspor minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC).
Dikutip dari Reuters, Energy Information Administration (EIA) mengatakan bahwa persediaan minyak AS meningkat hampir 5 juta barel ke angka 533,1 juta barel pada pekan lalu. Ini jauh lebih besar dibanding perkiraan sebelumnya sebesar 2,8 juta barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, produsen minyak non-konvensional AS juga gencar menambah pengeboran, sehingga produksi minyak AS meningkat menjadi 9,1 juta barel per hari dari rata-rata 8,9 juta barel per hari di tahun 2016.
Namun, harga minyak diperkirakan bisa membaik ke angka US$60 per barel di kuartal IV mendatang jika OPEC bersedia memperpanjang periode pemangkasan produksi.
Sayangnya, jika harga membaik, maka produksi minyak AS diperkirakan akan meningkat 360 ribu barel per hari pada tahun 2017 dan 1 juta barel di tahun 2018.