Total anggaran yang dialokasikan negara untuk melakukan pra studi kelayakan tersebut mencapai Rp40 miliar melalui pos anggaran Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
"Anggaran sekitar Rp30 miliar, Rp40 miliar," tutur Menteri Perencaan Pembangunan Nasional Bambang PS Brodjonegoro usai menghadiri rapat koodinasi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jumat (24/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Targetnya, lanjut Prasetyo, pra-FS bisa rampung dalam 7 bulan atau pada akhir November 2017 mendatang. Namun demikian, pada akhir Juli, pemerintah berharap sudah bisa mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai proyek kereta semi cepat tersebut.
"Tapi mungkin pakai diesel dulu supaya tidak terlalu mahal," ujarnya.
Edi Sukmoro, Direktur Utama PT KAI (Persero), mengungkapkan perseroan akan membantu dalam pelaksanaan pra studi kelayakan ini.
"BPPT, Dirjen [Perkeretaapian], dan PT KAI akan membantu [pra FS]," ujar Edi.