Berdasarkan laporan keuangan Ramayana yang dikutip pada Rabu (29/3), perusahaan membukukan kenaikan total pendapatan menjadi Rp5,85 triliun pada tahun lalu, dari Rp5,53 triliun di 2015.
Dari total pendapatan tersebut, kontribusi penjualan barang beli putus melonjak menjadi Rp5,09 triliun sepanjang tahun lalu, dari Rp4,78 triliun di 2015. Sementara, komisi penjualan konsinyasi naik tipis menjadi Rp764,28 miliar dari Rp744,33 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alhasil, perusahaan mampu meraup laba kotor sebesar Rp2,2 triliun pada tahun lalu, naik dari Rp1,99 triliun di 2015. Setelah dipangkas beban penjualan, beban umum dan beban lainnya, Ramayana mampu mencetak laba usaha Rp368,15 miliar, naik dari Rp250,69 miliar.
Dari sisi liabilitas atau kewajiban, Ramayana mencatatkan nilai Rp1,3 triliun per 31 Desember 2016. Jumlah itu naik dari Rp1,24 triliun pada periode yang sama 2015.
Kendati jumlah kewajiban naik, nilai aset Ramayana juga meningkat. Perusahaan mencatatkan aset Rp4,64 triliun per 31 Desember 2016, naik dari Rp4,57 triliun di tahun sebelumnya.