Secara pribadi, Sukandar menyatakan rasa terima kasihnya kepada segenap direksi Krakatau Steel lainnya. Ia berharap, kinerja Krakatau Steel dapat lebih baik lagi dengan nahkoda baru.
"10 tahun itu bukan waktu yang singkat. Semoga Krakatau Steel bisa jauh lebih baik dan lebih besar pada masa yang akan datang. Selamat bertugas, seperti diketahui tugas ini tidak ringan karena ingin menjadi pemain pertama," papar Sukandar secara singkat, Rabu (29/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pabrik baja PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) di Cilegon, Banten. (Dok. Krakatau Steel) |
Dalam RKAP 2017 sendiri, perusahaan menargetkan ada pertumbuhan dari sisi penjualan produk baja sebesar 27,96 persen menjadi 2,86 juta ton dibandingkan dengan realisasi tahun 2016 yakni, 2,23 juta ton.
Adapun, untuk perbandingan liabilitas dan ekuitas terhadap aset pada 2017 ditargetkan sebesar 57,1 persen dan 42,9 persen. Kemudian, rasio utang terhadap ekuitas ditargetkan 1,33 kali.
Sekadar informasi, perusahaan merugi sebesar US$171,69 juta pada tahun 2016. Meski masih merugi, angka tersebut terbilang turun 46,35 persen dibandingkan dengan 2015 sebesar US$320,02 juta.
Sementara, pendapatan perusahaan tumbuh tipis 1,51 persen menjadi US$1,34 miliar dari sebelumnya US$1,32 miliar. Dengan kinerja yang masih merugi tersebut, maka perusahaan belum dapat membagikan keuntungan (dividen) kepada pemegang saham.
