Mengutip laporan keuangan yang dipublikasikan hari ini, Jumat (31/3), kenaikan laba bersih tersebut salah satunya disebabkan oleh pendapatan perusahaan yang tumbuh 9,26 persen dari Rp12,83 triliun menjadi Rp14,14 triliun.
Namun demikian, kenaikan kinerja perusahaan nyatanya juga diikuti dengan naiknya biaya beban perusahaan sepanjang tahun lalu. Tercatat, beban pokok penjualan dan beban langsung naik 6,05 persen menjadi Rp6,83 triliun dari Rp7,27 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, aset perusahaan berhasil tumbuh 11,23 persen dari Rp9,48 triliun menjadi Rp10,68 triliun pada akhir tahun lalu. Sementara, jumlah liabilitas perusahaan tahun lalu sebesar Rp7,47 triliun, dengan jumlah liabilitas jangka pendek Rp4,18 triliun dan liabilitas jangka panjang Rp3,29 triliun.
Adapun, perusahaan membukukan kinerja yang kurang baik pada tahun 2015. Laba perusahaan tahun 2015 turun 62 persen menjadi Rp30 miliar.
Sementara, beban usaha yang berasal dari beban sewa gerai, beban gaji, tunjangan, beban penyusutan, dan administrasi kartu kredit. Ekspansi yang dilakukan perusahaan berupa perluasan area dan gerai baru, beban usaha perusahaan naik tujuh persen menjadi Rp5,3 triliun.