Manajemen perusahaan malah berniat melepas kepemilikan (divestasi) di anak usaha yang bergerak di bisnis pengelolaan petikemas tersebut.
Direktur Utama Pelindo III Orias Petrus Moerdak mengatakan, rencananya perusahaan akan melepas seluruh kepemilikan yang terdapat di dalam BJTI. Sebagai informasi, Pelindo III mengempit saham sebesar 96,84 persen di dalam BJTI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menerangkan, proses divestasi dipilih karena Pelindo III membutuhkan sumber dana untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp4,5 triliun. Selain itu, Orias mengatakan bahwa divestasi ini bisa meringankan beban Pelindo III dalam membiayai belanja modal BJTI sebesar Rp2,5 triliun di tahun ini.
Ia menuturkan, manajemen memang sudah memastikan beberapa sumber pendanaan bagi belanja modal di tahun ini. Namun, perusahaan juga perlu memikirkan sumber uang di masa depan, mengingat Pelindo III akan terus menggelontorkan belanja modal hingga 2019 mendatang.
Salah satu belanja modal itu akan digunakan untuk membangun Pelabuhan Gili Mas di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang memakan dana Rp1,2 triliun.
"Kami merasa perlu untuk rekonfigurasi bisnis untuk menambah belanja modal selain melalui obligasi," ungkapnya.
Ia mengatakan, Pelindo III juga telah melakukan penjajakan divestasi kepada calon-calon mitra yang sedianya berminat. Sayang, ia enggan membeberkan nama-nama mitra tersebut.
Yang pasti, ia berharap proses kewajiban pembiayaan (financial closing) divestasi ini bisa berjalan di tahun ini. "Terkait BJTI ini kan proses, tidak ada target khusus mengenai hal tersebut," paparnya.
Menurut catatan CNNIndonesia.com, Pelindo III pernah berencana untuk melakukan IPO atas BJTI dengan porsi saham yang dilego sebesar 20 persen hingga 30 persen. Kajian atas aksi korporasi tersebut telah dilakukan oleh PT Danareksa (Persero).