Angka tersebut terbilang agresif, mengingat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi 5,1 persen.
Target tersebut bahkan lebih rendah dibandingkan target pertumbuhan ekonomi 2016 sebesar 5,3 persen yang hanya tercapai 5,02 persen di ujung tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mencapai target tersebut, Jokowi meminta kepada seluruh menteri Kabinet Kerja untuk melakukan penghematan sebesar-besarnya.
"Saya kira banyak sekali biaya-biaya yang bisa dipotong, bisa dihemat dan itu bisa dilarikan kepada belanja modal. Lihatlah lagi yang 2017 maupun nanti yang 2018," kata Jokowi.
Selain melakukan penghematan, Jokowi juga meminta para pembantunya memutar otak dalam mengejar pertumbuhan ekonomi dengan mempermudah investasi masuk ke Indonesia dan juga meningkatkan ekspor.
"Naikkan ekspor ini bukan barang yang mudah karena pasarnya juga lesu. Tetapi sekali lagi ingin saya sampaikan ada pasar-pasar tradisional yang bertahun-tahun itu tidak pernah kita lihat. Itu tolong betul-betul dikirim rombongan misi dagang untuk melihat peluang yang ada di negara-negara itu," tandasnya.