Nama Indonesia ternyata masuk dalam 16 negara yang disebut Trump 'curang', hingga menyebabkan defisit besar bagi AS. Selain Indonesia, masih ada China, Kanada, Prancis, Jerman, India, Irlandia, Italia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Korea Selatan, Swiss, Taiwan, Thailand dan Vietnam.
Saat ini, angka perdagangan Amerika Serikat (AS) mencapai minus US$50 miliar atau setara dengan Rp666,8 triliun, dan menyebutnya sebagai peringatan terhadap mitra dagang seperti China.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota Eksekutif International Chamber of Commerce (ICC) Mari Elka Pangestu. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari) |
"Kalau kita merasa AS semena-mena mengenakan dumping tarif, kita bisa bawa ke WTO. Dan itu lah pentingnya WTO dalam menjaga sistem perdagangan," ujar Mari di sela acara ICC Banking Commission, Rabu (5/4).
Namun ia khawatir, Trump justru akan mengabaikan keberadaan peraturan WTO dalam menjalankan kebijakan eksekutifnya. Trump yang selama ini kerap membuat kebijakan eksekutif yang kontroversial, dikhawatirkan akan mengeluarkan kebijakan tarif yang membuat rugi para mitra dagangnya.
"Banyak orang yang merasa apakah benar AS bisa melakukan hal itu. Namun demikian tetap terjadi ketidakpastian dalam iklim perdagangan yang telah dan akan mengganggu arus perdagangan saat ini," ungkapnya.
Phillip Kucharski Chief Operating Officer ICC mengatakan, proteksionisme yang dilakukan oleh Trump merupakan keputusan yang salah. Ia menilai proteksionisme merupakan suatu wujud kelemahan dan ketakutan AS terhadap dominasi negara-negara berkembang di pasar Negeri Paman Sam.
"Padahal keterbukaan perdagangan membuka banyak lapangan pekerjaan dan memberikan kesempatan yang luas bagi para customer untuk menentukan sendiri kebutuhannya. ICC jelas akan berjuang melawan proteksionisme," tegasnya.
