Seperti diketahui, Bhumi Jati merupakan perusahaan patungan yang sahamnya dimiliki oleh tiga pihak diantaranya, PT Unitra Persada Energia atau anak usaha dari PT United Tractors Tbk (UNTR) sebesar 25 persen, Sumi Energy Ventures LLC 50 persen, KP Power Development B.V 25 persen.
Presiden Direktur United Tractors Gidion Hasan menuturkan, BJP akan membangun dua unit baru PLTU dengan kapasitas 2.000 megawatt (MW). Sementara, PLTU itu akan dibangun dengan teknologi ultra supercritical. Manajemen mengklaim, teknologi itu termasuk teknologi yang ramah lingkungan dan efisien.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini akan dibangun berdekatan dengan pembangkit listrik yang telah dioperasikan sebelumnya yaitu Tanjung Jati B, di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah," jelas Gidion dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (6/4).
Asal tahu saja, proses financial closing proyek PLTU ini mundur dari jadwal yang seharusnya. Awalnya, manajemen United Tractors menargetkan financial closing dapat dilakukan pada Juli 2016 lalu. Namun, perusahaan kembali merevisi ulang menjadi awal tahun ini.
Adapun, proyek PLTU Tanjung Jati B unit 5 dan 6 merupakan proyek lanjutan dari PLTU Tanjung Jati 1 hingga 4.