Pelemahan kinerja itu terjadi karena pendapatan perseroan anjlok pada tahun lalu. PGE membukukan pendapatan sebanyak US$211,24 juta di tahun lalu, amblas 61,31 persen dari US$545,99 pada 2015.
Kendati laba bersih melemah, Direktur Utama PGE Irfan Zainuddin mengatakan realisasi tersebut melebihi target dalam revisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar US$70,01 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, saat ini PGE segera menyelesaikan amandemen kontrak dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait dengan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Ulubelu ,Kabupaten Tenggamus, Lampung.
"Saat ini sudah mulai beroperasi, hanya head of agreement-nya masih outstanding dari US$7,53 menjadi US$8,4," katanya.
Sementara, target lainnya adalah mempercepat pembangunan pembangkit listrik yang berskala kecil yang diharapkan nantinya dapat didiskusikan dengan PLN sehingga tidak jauh dari harga 11,4 sen dolar AS.
Untuk eksplorasi, guna mendukung capaian energi baru terbarukan pada 2025, pada sumur yang sudah ada akan dilakukan survei seperti di Margabayang dan Tambang Sawangan, Bengkulu.