Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata menjelaskan, meski perolehan kontrak baru tersebut masih jauh dari target, tetapi jumlahnya terbilang meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Ki Syahgolang menuturkan, raihan tersebut meningkat 59,6 persen dibandingkan kuartal pertama tahun lalu sebesar Rp2,3 triliun. Menurutnya, lini bisnis konstruksi dan energi memberikan kontribusi terbesar yakni, 94,4 persen, sedangkan sisanya berasal dari lini bisnis lainnya sebesar 5,6 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, revitalisasi Pabrik Gula Mojo di Sragen Rp204,5 miliar, Design and Build Pembangunan Rumah Susun di Jalan Rorotan IV di Cilincing, Jakarta Utara sebesar Rp177,8 miliar, dan Apartemen Mardhika Park di Tambun sebesar Rp167,8 miliar.
Adapun, untuk tipe pekerjaannya sendiri, kontrak baru ini terdiri dari proyek gedung 71,7 persen, jalan dan jembatan 16,8 persen, dan proyek infrastruktur lainnya sebesar 11,5 persen.
Target total kontrak baru pada 2016 tersebut merupakan revisi dari sebelumnya yang mencapai Rp25 triliun. Sayangnya, meski sudah direvisi, perusahaan tetap tidak mampu mencapai target karena kontrak baru yang didapat hanya Rp16,5 triliun sepanjang 2016.