Seperti dilansir dari Reuters, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia telah memerintahkan serangan rudal terhadap lapangan udara Suriah setelah serangan senjata kimia mematikan diluncurkan awal pekan ini.
Trump menyatakan ia bertindak berdasarkan "kepentingan keamanan nasional" AS terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) juga naik lebih dari 2 persen, ke level tertinggi di US$52,94 per barel, sebelum surut ke US$ 52,46, atau naik 1,45 persen.
"Serangan rudal jelajah di luar AS telah membuat minyak mentah melompat lebih dari 2 persen dalam sekali pukulan," kata Jeffrey Halley dari pialang berjangka Oanda di Singapura.
"Pertanyaannya, apa respon Iran dan Rusia, dua dari produsen minyak terbesar di dunia yang merupakan sekutu setia rezim Assad ?" tanya Halley.
Lebih jelas, para pejabat AS mengatakan pihak militer telah menembakkan 59 rudal jelajah ke pangkalan udara Suriah yang dikuasai oleh pasukan Assad. Aksi itu menanggapi serangan gas beracun di daerah yang dikuasai pemberontak pada Selasa (4/4).