Dana talangan tersebut sambil menunggu disetujuinya tambahan anggaran yang tengah diajukan Kementerian ATR melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017.
"Kementerian Keuangan bilang mereka akan mencari jalan, memberikan bridging dulu supaya target lima juta hektare lahan bisa tercapai," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, Jumat (7/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam program tersebut, Darmin mengaku pemerintah tidak hanya menjamin ketersediaan anggaran, tetapi juga ketersediaan tenaga juru ukur lahan.
"Dia (Kementerian ATR) akan memberikan peta lahan, situasi lahan, dan ditenderkan kepada juru ukur independen. Nanti Menteri ATR juga akan mengumumkan, desa mana saja yang akan disertifikasi," imbuh Darmin.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mempercepat pencetakan juru ukur melalui pendidikan dan pelatihan vokasi agar target sertifikasi yang tersisa dapat segera dirampungkan.
Program sertifikasi lahan menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mewujudkan Strategi Nasional Keuangan Inklusi (SNKI). Pasalnya, memiliki lahan yang terserfikasi sering kali menjadi salah satu persyaratan yang dibutuhkan masyarakat untuk mengakses kredit dari perbankan.
Dengan SNKI, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap seluruh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat kelas bawah bisa mendapatkan akses dan memanfaatkan sistem keuangan.