Direktur Utama Acset Indonusa Jeffrey Gunadi Chandrawijaya mengungkapkan, target digenjot naik karena pencapaian kontrak baru perusahaan hingga awal April ini sudah melampaui target, yaitu sebesar Rp6,9 triliun.
"Memang, kami targetkan Rp4,5 triliun, tapi baru sekarang sudah sampai Rp6,9 triliun. Tetapi, kami tetap canangkan sesuai kemampuan juga," ujarnya, Senin (10/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak heran, perusahaan berhasil mencetak kontrak baru senilai Rp6,6 triliun dari proyek tersebut. Pencapaian kontrak baru Acset Indonusa ini terbilang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan perolehan kontrak baru tahun lalu, yaitu sebesar Rp3,77 triliun.
Lebih lanjut Jeffrey menuturkan, total kontrak yang sudah didapatkan perusahaan ini sebesar Rp12 triliun. Kontrak itu terbagi dari kontrak baru Rp6,9 triliun, dan kontrak carry over (pengalihan) dari beberapa tahun lalu sebesar Rp5,1 triliun.
Perusahaan bakal menggelontorkan belanja modal (capital expenditure/ capex) kurang lebih sama dengan tahun lalu, yakni Rp120 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk menambah kepemilikan saham di anak usaha, yaitu PT Bintai Kindenko Engineering Indonesia (BINKEI) sebesar Rp28,7 miliar, dan menambah peralatan.
"Mekanisme capex dari pinjaman pemegang saham, pinjaman bank, dan kas internal. Tetapi, itu standby, kalau ada keperluan dalam jumlah besar akan didiskusikan lagi," pungkasnya.