Presiden Direktur PIEP Slamet Riadhy menjelaskan, produksi migas tersebut dihasilkan dari enam negara. Tiga negara merupakan wilayah produksi yang sudah ada (existing) yang terdiri dari Aljazair, Irak, dan Malaysia. Sementara itu, tiga negara lainnya, yakni Tanzania, Gabon, dan Nigeria merupakan negara operasi baru.
Ketiga negara baru ini merupakan hasil akuisisi perseroan atas perusahaan Perancis, Maurel et Prom dengan porsi saham sebesar 72,65 persen pada akhir Februari lalu. Dengan bertambahnya wilayah kelolaan, secara otomatis produksi juga ikut bertambah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PIEP pun berharap bisa memproduksi migas di lapangan internasional sebesar 650 ribu BOEPD di tahun 2025 mendatang. Target produksi tersebut dapat dicapai setelah bisnis Pertamina di luar negeri merambah hingga 12 negara.
"Kami optimistis, target 650 itu dapat tercapai dengan rasio reserve to production selama 20 tahun," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam menjelaskan, akuisisi aset Pertamina di luar negeri bisa menyumbang 33 persen produksi migas di tahun 2025 yang diperkirakan sebesar 1,9 juta BOEPD.
"Tiga blok produksi Pertamina kini bertambah tiga, yaitu Gabon, Tanzania, dan Nigeria. Jadi sekarang kita bersyukur Pertamina ada di 12 negara," terang Syamsu.