Direktur Komersial PT Railink Poerwanto Handry Nugroho beralasan pembayaran nontunai merupakah salah satu langkah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat karena dapat menghilangkan antrean di loket.
"Jadi ini pertama dalam pelayanan jasa transportasi, langsung 100 persen menggunakan nontunai," katanya seperti dilansir dari Antara, Selasa (11/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia merinci, 10 bank tersebut adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Bank Danamon Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk(BTN), PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank DKI, PT Bank Maybank Indonesia Tbk dan PT Bank QNB Indonesia Tbk.
Menurutnya, dengan menerima berbagai kartu yang sudah dikerjasamakan tersebut, menghilangkan sekat pembayaran bahwa pelanggan harus menggunakan kartu eksklusif.
Lebih lanjut, ia menjelaskan nantinya tiket dapat dipesan melalui situs resmi atau aplikasi yang bisa diunduh di ponsel pintar, kemudian pembayaran pun bisa menggunakan baik kartu kredit maupun kartu debit.
"Nanti tidak perlu lagi check in, tinggal tempel kemudian berangkat," katanya.
Dia menambahkan bagi calon penumpang yang tidak sempat memesan tiket melalui internet, bisa dilakukan dengan mesin penjual otomatis (vending machine) yang akan dipasang di satsiun-stasiun.
Kepala Divisi Manajemen Produk dan Konsumen BNI Hermita mengatakan pihaknya mendukung pembayaran nontunai untuk pembelian tiket KA Bandara Soekarno-Hatta karena bisa meningkatkan transaksi dan lebih mudah, dengan akses melalui ponsel pintar.
"Transaksi bisa dilakukan di tangan para konsumen, lewat telepon pintar. Selain itu kami juga mendukung pengoperasian KA bandara ini karena akan mengurangi kemacetan jalan menuju Bandara Soekarno-Hatta," katanya.