Mantan Direktur Keuangan Rudi Chen menyatakan, perusahaan akan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp90 miliar-Rp100 miliar untuk membangun pabrik pencampur pupuk (fertilizer blending plant).
Rencananya, pabrik tersebut akan dibangun dengan kapasitas 100 ribu ton per tahun. Sementara, untuk lokasinya sendiri berada di Kalimantan Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, Astra Agro juga akan membangun pabrik penyulingan minyak inti sawit dengan nilai investasi Rp200 miliar. Pabrik yang akan dibangun di Sulawesi itu akan memiliki kapasitas sebesar 400 ton per hari.
"Kami berharap produksi balik lagi seperti tahun 2015. Cuaca diperkirakan tahun ini cukup baik, tidak kemarau berkepanjangan, dan hujan berkepanjangan," terang Presiden Komisaris Astra Agro Widya Wiryawan.
Untuk diketahui, perusahaan membukukan kinerja yang cemerlang tahun lalu. Laba perusahaan naik 224,17 persen menjadi Rp2 triliun, sedangkan pendapatan naik 8,12 persen menjadi Rp14,12 triliun.