Budi Tirtawisata, Direktur Utama Panorama menjelaskan, keputusan Panorama untuk menjual anak usahanya setelah melalui pertimbangan bisnis yang matang.
Di mata Budi, JTB merupakan salah satu biro perjalanan terbesar di dunia, yang telah beroperasi lebih dari 100 tahun di dunia. Ia berharap kemitraan Panorama dengan JTB, akan memperbesar porsi bisnis internasional perseroan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, dana Rp370 miliar yang diperoleh perseroan dari transaksi itu akan digunakan untuk keperluan ekspansi, cadangan modal kerja dan reprofiling permodalan.
(Dok. Panorama Tours) |
Sepanjang tahun lalu, Panorama Sentrawisata berhasil meningkatkan 25 persen penjualan dari Rp3,7 triliun pada 2015 menjadi Rp4,6 triliun. Kontribusi penjualan masih tetap didominasi oleh pilar bisnis di sektor perjalanan wisata dengan nilai di atas 90 persen.
Beberapa faktor pendorong moncernya kinerja grup Panorama diantaranya investasi Northstar Group pada akhir 2016 kepada anak usaha PT Raja Kamar Internasional, yang bergerak di bidang penjualan kamar hotel berbasis teknologi, serta peningkatan penjualan paket wisata inbound sebesar 50 persen.
“Kami optimis pada semester I 2017 akan meraih kinerja positif sejalan dengan target tahun ini. Sebab ada faktor penambahan hari libur nasional, musim liburan sekolah dan Hari Raya Idul Fitri, serta aksi strategis korporasi,” katanya.
(Dok. Panorama Tours)