Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo menjelaskan, pergantian tersebut bertujuan meningkatkan performa dan digital marketing Garuda Indonesia sebagai maskapai terbesar di Indonesia.
Ia berharap pengangkatan Pahala bisa menjawab kebutuhan Garuda Indonesia sebagai maskapai bintang lima untuk lebih mengepakkan sayap melalui peningkatan layanan serta penguatan digital marketing. Pengangkatan ini juga sebagai upaya untuk memastikan supaya Garuda tidak ketinggalan kompetisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, sebut Gatot, seluruh direktur baru diangkat berdasarkan kompetensi masing-masing dan telah mempertimbangkan bagaimana nantinya para direksi membangun team work dan suasana kerja untuk memberikan kinerja terbaik.
"Garuda adalah perusahaan besar yang berperan dalam memajukan konetivitas di Indonesia. Karena itu sumber daya manusia maupun kondisi keuangannya menjadi 'driver' penting bagi Garuda untuk mengokohkan posisinya sebagai maskapai terdepan, bukan hanya di Indonesia tetapi di Asia dan dunia,” urai Gatot.
Gatot juga menjelaskan, pengangkatan Nina Sulistyowati sebagai Direktur Niaga dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia dilandasi hasil kerja yang bersangkutan dalam mengembangkan penjualan dan pemasaran Pertamina yang kini menjadi salah satu BUMN dengan produk dan brand terdepan di Indonesia dan merambah ke mancanegara.
“Kehadiran Saudari Nina ini kita harapkan akan semakin memperkuat digital marketing Garuda Indonesia sebagai maskapai bintang lima kebanggaan bangsa,” kata Gatot.
Gatot menambahkan, direktur Garuda yang lama Iwan Joeniarto nantinya akan ditempatkan ke anak usaha Garuda Indonesia lainnya untuk mengembangkan perusahaan tersebut. “Saudara Iwan akan ditempatkan kemudian sebagai Direktur Utama GMF AeroAsia dengan harapan mempersiapkan GMF untuk Initial Public Offering (IPO),” pungkasnya.