Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin Imam Haryono menyatakan, anchor dari kawasan industri tersebut adalah PT Tat Wai Industries. Perusahaan itu bergerak dalam bidang industri furniture yang berasal dari Singapore.
Menurutnya, mayoritas investor di KIK bergerak dalam industri manufaktur. Namun, meski jumlah perusahaan telah melampaui target, Imam enggan buka suara soal target selanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan catatan Kemenperin, infrastruktur telekomunikasi di Kendal sudah sepenuhnya tersedia. Hanya saja, untuk infrastruktur berupa jalan dan aliran listrik masih dalam proses. Sementara, lahan belum 100 persen tersedia.
Total luas lahan KIK sendiri mencapai 2.700 hektare (ha). Namun, untuk tahap pertama, Jababeka baru akan mengembangkan lahan KIK seluas 1.000 ha.
"Harapan kami tahun ini sekitar 50 ha sampai 100 ha," jelas Hyanto, akhir pekan lalu.