Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jateng Urip Sihabuddin mengaku baru mendengar secara lisan rencana investasi tersebut dari Pemerintah Kabupaten Boyolali.
Namun, informasi tersebut sampai sekarang tidak juga ditindaklanjuti Bupati Seno dengan mengurus perizinan ke level Provinsi, mengingat luas lahan yang akan digunakan untuk proyek senilai Rp6 triliun tersebut mencapai 100 hektare.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak jelasnya wacana yang diembuskan Bupati Seno, membuat Pemprov Semarang tidak bisa bercerita banyak mengenai investasi konglomerasi hiburan di Jateng tersebut.
Menurut dia, jika semua hal terkait rencana pembangunan Disneyland Boyolali itu sudah diterima Pemprov Jateng, maka pihaknya akan langsung meneruskan ke Menteri Pariwisata agar segera ditindaklanjuti pemerintah pusat.
"Dengan begitu, Pemprov Jateng bisa langsung mendukung terkait akses infrastruktur dan skema promosi, seperti penginapan serta pendukung pariwasata hingga memasarkannya ke luar negeri," tuturnya.
Dalam proyek pembangunan Disneyland ini terdapat beberapa investor, salah satunya Universal Studio akan menjadi pemegang saham hingga 20 persen. Wacana yang sempat membuat netizen Indonesia berbinar-binar.
Namun, pihak The Walt Disney Company dengan cepat membantah rencana investasi di daerah penghasil susu sapi segar tersebut.
“Kami tak memiliki rencana untuk membuka Disneyland di Indonesia saat ini,” bunyi keterangan resmi Disney yang diterima CNNIndonesia.com tadi malam.