Pasalnya, menurut Rini, kinerja Garuda Indonesia saat di bawah pimpinan Muhamad Arif Wibowo, bos sebelumnya, belum memuaskan. Sedangkan, dirinya ingin agar maskapai terbesar di Indonesia tersebut bisa lebih memperkuat diri, terutama untuk menghadapi kompetisi domestik maupun internasional.
"Garuda memang memerlukan restrukturisasi secara menyeluruh dan kami lihat, setelah interview banyak pihak, Pak Pahala yang paling tepat untuk itu," ujar Rini di Kementerian BUMN, Selasa (18/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terutama sinergi antara Garuda, Citilink, dan GMF serta aktivitas lain, termasuk aero wisata. Bagaimana agar ke depan (bisa menghadapi) kompetitor, misalnya dengan menjual dengan paket, bukan tiket saja tapi juga hotel," jelas Rini.
"Kami beri waktu dalam 12 bulan ini," imbuh Rini.
Setelah 12 bulan ke depan, Rini mengaku akan melakukan evaluasi dan mengambil sikap bila dirasa kinerja Pahala belum memuaskan, sehingga pergantian 'pemain' di masa depan, masih terbuka.