Direktur Utama Prudential Indonesia Jens Reisch mengatakan, meski kenaikannya hampir sama dengan tahun sebelumnya, namun bisnis perseroan menunjukkan pertumbuhan kuat di rural atau kawasan pedesaan.
"Premi bisnis baru dan lanjutan juga menunjukkan pertumbuhan. Perolehan premi masih didominasi oleh premi berkala, bukan single premium," ujarnya dalam paparan kinerja, Selasa (18/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, dari sisi dana kelolaan, Direktur Investasi Prudential Indonesia John Oehmke mengungkapkan, peningkatan 20,5 persen, yaitu dari Rp45,1 triliun menjadi sebesar Rp54,5 triliun. Dengan pendapatan investasi Rp5,2 triliun.
Melalui kerja sama yang kuat dengan mitra manajemen aset perseroan, yakni Eastspring Investments Indonesia, sambung dia, manajemen terus berkomitmen dalam meningkatkan kinerja terbaik untuk tabungan dan perlindungan asuransi nasabah.
Kendati pertumbuhan premi tahun lalu relatif sama dengan tahun sebelumnya, Reisch optimistis, iklim bisnis tahun ini akan membaik. Yang ditandai dengan perbaikan pasar dan rupiah stabil di tengah pesta demokrasi pemilihan kepala daerah DKI Jakarta.
"Kami berharap, ada recovery (pemulihan) yang kuat. Sehingga, daya beli dan spending (belanja) di pasar ikut naik. Apalagi, kesadaran terhadap proteksi di masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun. Kami optimistis, bisnis asuransi lebih baik, termasuk di Prudential Indonesia," terang dia.
Kendati demikian, ia menolak memberikan proyeksi pertumbuhan premi perseroan. Yang pasti, menurutnya, perseroan masih ingin mencetak kinerja pertumbuhan paling kuat di industri asuransi jiwa.