Untuk Pertamina, kerja sama dilakukan dengan ExxonMobil Corporation dalam pembelian gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) dengan volume sebesar 1 juta ton yang dimulai tahun 2025 mendatang. Rencananya, kontrak pembelian LNG ini akan berlangsung selama 20 tahun setelah pengiriman pertama dimulai.
Sementara itu, PLN menandatangani kerja sama dengan Pacific Infra Capital LLC dalam pemasangan teknologi swakelola tenaga listrik (smart metering). Nilai kerja sama itu tercatat US$2 miliar dengan pemasangan smart metering sepanjang 4,5 juta meter di sepanjang jaringan listrik Jawa-Bali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan advanced metering infrastructure, nanti konsumen bisa mengendalikan dan memonitor langsung kebutuhan listrik melalui gadget kebutuhan ini. Dari mulai KWh meter di setiap rumah nanti dihubungkan dengan gardu induk. Setelah itu, sistemnya dihubungkan ke jaringan hingga pembangkit kami, ini di-connect dalam satu sistem yang bisa kita kendalikan dan manage dengan baik," terang Nicke, Jumat (21/4).
"Ini merupakan kerja sama yang bersejarah bagi kedua negara. Perjanjian bisnis ini mencerminkan bahwa perusahaan asal AS masih gembira menanamkan modalnya di Indonesia. Oleh karenanya, Presiden Donald Trump dan saya sangat bersyukur, dengan kerja sama ini," terang Pence.
Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menganggap, kerja sama ini bisa meningkatkan produktivitas ekonomi Indonesia.
"Investasi AS memang agak istimewa karena cenderung kualitas tinggi, teknologi tinggi, dan merek yang dahsyat. Tentunya kami gembira karena beberapa deal ini baik untuk efisiensi dan produktivitas ekonomi indonesia," tambah Thomas.