Ketua Dewan Pengawas Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit Rusman Heriyawan menjelaskan tren penurunan volume ekspor biasanya memang terjadi jika harga kelapa sawit tengah bagus seperti saat ini.
Kendati secara volume menurun, menurut dia, nilai ekspor sawit di kuartal pertama tetap meningkat seiring harga yang lebih tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Togar Sitanggang menjelaskan, penurunan volume ekspor kelapa sawit disebabkan adanya penurunan dari sisi permintaan. Adapun suplai atau produksi pada kuartal pertama justru berada dalam kondisi yang cukup bagus.
Kendati menurun pada kuartal pertama, dia memperkirakan volume ekspor kelapa sawit pada sepanjang tahun ini akan lebih tinggi dibanding tahun lalu. Tahun lalu, total ekspor produk sawit mencapai 28,26 juta ton.
"Banyak yang bilang harga akan turun karena produksi semakin membaik dan harga minyak bumi sudah kembali dibawah US$50 per barel," jelasnya.
Kendati harga akan cenderung flat, nilai ekspor kelapa sawit pada sepanjang tahun ini diramalkan naik dibandingkan dengan tahun lalu. Pasalnya, volume ekspor sepanjang tahun ini diperkirakan meningkat dari tahun lalu.